Kesan Terhadap Pendewasaan Pemikiran Masyarakat Kota Solo

                
kompetisi tulisan tentangsolo
Setiap kali mendengar kata Solo,  seketika terngiang di benak saya "Ya itu kota kelahiran saya"  tempat dimana saya bertumbuh dari kecil sampai lepas kuliah. Meskipun hampir rutin setiap bulan sekali saya pulang ke kota Solo namun ada sesuatu hal yang membuat kota ini tetap spesial dan berkesan buat saya.

Dua puluh tahun lebih tinggal di Solo banyak hal yang dilewati dan proses terjadi di kota ini dari pembangunan fisik kota, sosial hingga proses pendewasaan masyarakatnya. Hal-hal tersebut membuat saya berkesan akan kota ini.
Seperti City Walk yang berada di koridor Jalan Slamet Riyadi yang membentang dengan apik mulai dari Purwosari sampai Benteng Vastenburg dan Pasar Gede. Namun sebelum dibangun City Walk dulunya merupakan trotoar dan jalur lambat yang dipakai untuk parkir dan banyak pedagang kaki lima di sepanjang area ini sehingga membuat penampilan yang buruk untuk suatu Kota. Namun kini telah berubah dengan kesadaran masyarakat Solo diikuti komitmen dari berbagai stake holder yang ada untuk turut menjaga fasilitas ini. Sehingga jika kita sekarang jalan-jalan di City Walk dapat menikmati Pemandangan yang banyak taman indah dan street furniture unik diarea ini dengan nyaman ada pula tempat duduk  untuk bersantai dilengkapi pula dengan internet wifi disetiap titik. Serta City Walk mengintegrasikan berbagai fasilitas umum ataupun komersial di Kota Solo dari  Mall, Taman Sriwedari, Museum Radyapustaka, Gladak langen Bogan, Kampung batik Kauman dll.
 (Taman Sriwedari, terintegrasi City Walk)

Ada hal lagi yang membuat saya berkesan yakni kawasan jalan Diponegoro di depan jalan Pura Mangkunegaran yang dahulu berjajar toko-toko elektronik yang kurang tertata serta terdapat pasar antik Triwindu sekarang menjadi kawasan pejalan kaki serta menjadi salah satu tempat hiburan atau pertunjukan bagi kota Solo. Kembali disini saya melihat proses pendewasaan pemikiran masyarakat yang menyadari bahwa kenyamanan, keamanan dan keindahan merupakan hal yang sangat penting. Sehingga pemilik toko dan pedagang  elektronik disekitar area ini bersedia untuk dipindahkan dan dibuatkan tempat baru di sebuah gedung bertingkat yang memiliki fasilitas lengkap dan terdapat tempat parkir. hal ini membuat pembeli lebih nyaman dan tentunya akan berdampak bagi hasil penjualan.
(Ngarsopuro)
Pedagang Pasar antik yang terdapat dikawasan ini juga bersedia untuk direvitalisasi dan kini menjadi Pasar Windujenar yang lebih tertata dan dilengkapi open space didepan pasar yang digunakan sebagai ruang publik. Sebagai Sarana Publik Ngarsopuro juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat pelaksanaan berbagai event- event tertentu seperti pameran, bazar, dan acara musik yang mampu menyerap banyak pengunjung. dan hal ini secara angsung menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi Pasar Windujenar yang mungkin sebelum belum tentu orang tau. namun kini setiap orang yang berkunjung ke Solo pasti tau  Ngarsopuro dan tentu mengenal Pasar antik Windujenar. 

Belum lama yang lalu pula saat saya pulang ke Solo saat melewati jalan Dr.  Radjiman di sekitaran Pasar Klewer saya kembali melihat pemandangan unik. Yakni petugas parkir yang biasanya menggunakan pakaian petugas parkir warna kuning kini sudah tak lagi terlihat. Digantikan oleh pakaian lengan panjang lurik  yang  bercorak motif bergaris-garis kecil yang secara tradisional menjadi pakaian khas warga pria pedesaan di kalangan suku Jawa, nampak terlihat petugas parkir tidak canggung ataupun malu mengenakannya. Sebuah apresiasi yang baik terhadap petugas parkir tentunya sehingga  secara tidak langsung juga menghargai profesi ini  yang telah membantu ketertiban dan kenyamanan parkir dengan memberikannya pakaian seragam tradisional. Suatu bentuk pemikiran yang baik bukan? jika petugas parkir saja bangga  mengenakan pakaian tradisional kita pun harus mencintai pakain tradisional budaya kita. 
***
Mungkin itu sedikit hal yang bisa saya gambarkan tentang Kota Solo, dimana pemikiran masyarakat yang telah dewasa dalam mendukung pembangunan kota serta turut serta menjaga fasilitas publik yang ada. Karena Kota yang baik adalah kota yang memiliki sinergis antara Stake Holder yang ada baik masyarakat, pemerintah, dan swasta (investor) berpartisipasi aktif dalam pembangunan untuk mewujudkan kota yang nyaman bagi penghuninya.

                   


Comments

Popular posts from this blog

Desain Studio Musik Recording Konsep Moderen

Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba?

Bandara Adisumarmo Di Solo Berbentuk Gunungan